SDN, Virtualisasi, Cloud, dan Hypervisor
NIM : 2005551073
Matakuliah : Network Operating System
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama, S.T., M.T.
TEKNOLOGI INFORMASI/TEKNIK/UNIVERSITAS UDAYANA
Abstrak :
Mata kuliah Network Operating System merupakan matakuliah yang membahas seputar sistem operasi yang digunakan dalam dunia jaringan komputer. Dalam mata kuliah ini, mahasiswa dan dosen membahas seputar konsep dasar dari sistem operasi, evolusi sistem operasi, fungsionalitas sistem operasi, konsep dasar Network Operating System, infrastruktur pendukung Network Operating System, karakteristik dari Network Operating System, jenis-jenis Network Operating System, serta penggunaan Network Operating System dalam jaringan komputer.
Pendahuluan :
Matakuliah Network Operating System merupakan mata kuliah yang membahas seputar sistem operasi yang digunakan dalam dunia jaringan komputer. Dalam mata kuliah ini membahas berbagai macam teknologi yang digunakan untuk mengembangkan jaringan komputer. Contohnya adalah software-defined network atau biasa disebut SDN, kemudian ada virtualisasi yang digunakan untuk menghemat resource yang digunakan serta teknologi cloud dan hypervisor.
Software Defined Network (SDN) :.
Software-Defined Networking merupakan arsitektur jaringan komputer yang bertujuan untuk membangun jaringan yang cepat dan fleksibel. SDN merujuk pada konsep atau paradigma baru dalam merancang, mengelola, dan mengimplementasikan jaringan komputer terutama untuk mendukung kebutuhan dan inovasi di bidang ini yang semakin lama akan semakin kompleks.
SDN ini akan memisahkan antara control plane dengan data plane dimana dalam hal ini akan mempermudah administrator dalam melakukan maintenance pada jaringan komputer, dimana admin tidak perlu melakukan perubahan pada alat fisik. Alat fisik dalam konteks ini adalah switch.
Virtualisasi :
Sama halnya dengan cloud computing, kekuatan utama dari SDN adalah virtualisasi yang artinya implementasi SDN di level software akan membentuk virtualisasi secara IAAS (Infrastructure As A Service) Cloud. Tujuan dari virtualisasi sendiri adalah untuk membuat versi virtual atau maya dari suatu resource sehingga pada resource fisik dapat dijalankan atau disimpan pada beberapa sistem virtualisasi secara sekaligus, dengan memuat persyaratan untuk kerja masing-masing resource tersebut tidak berbeda secara signifikan dengan resource fisiknya. Virtualisasi dapat dilakukan pada OS dengan menggunakan VMware maupun VirtualBox.

Gambar di atas menjelaskan bahwa virtualisasi hardware dapat dimungkinkan karena perkembangan teknologi hardware yang pesat sehingga kemampuan sebuah resource fisik berada jauh di atas tuntutan penggunaannya yang mengakibatkan sebagian besar waktu atau kapasitasnya tidak terpakai atau dalam kondisi idle yang dimana kapasitas ini lah yang bisa digunakan oleh cloud untuk virtualisasi. Kapasitas atau kemampuan lebih ini didayagunakan dengan menjalankan atau menyimpan resource maya atau virtual sehingga dapat menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi.
Hypervisor :
Hypervisor ini bertindak sebagai virtual machine manager atau dapat disebut sebagai VMM yang melakukan abstraksi dari perangkat keras fisik menjadi virtual untuk mendistribusikan beban kerja dari semua mesin virtual atau VM ke masing-masing perangkat keras secara proporsional sehingga tanpa adanya hypervisor akan sangat menyulitkan aplikasi untuk melakukan virtualisasi.
Praktik SDN dengan Mininet :
Mininet adalah sebuah emulator untuk membuat prototype jaringan berskala besar secara cepat pada sumberdaya yang terbatas (seperti pada single komputer atau laptop maupun Virtual Machine). Mininet diciptakan dengan tujuan untuk mendukung riset di bidang SDN dan OpenFlow.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah instalasi Mininet di Linux Ubuntu dengan perintah : apt-get install mininet
Apabila proses instalasi berjalan seperti gambar diatas dan telah selesai, maka selanjutnya dapat dibuat single topologi 3 host tanpa terhubung ke controller dengan menggunakan perintah :
sudo mn –mac –top single,3 –switch ovsk –controller=remote
Untuk memeriksa topologi yang telah dibuat tersebut digunakan perintah net untuk melihat semua interface network yang ada.
Perintah net akan menampilkan semua interface yang digunakan pada topologi yang telah dibuat yaitu terdiri dari 3 hosts. Selanjutnya adalah melihat semua informasi node dengan perintah dump.
Perintah dump berfungsi untuk melihat seluruh informasi yang terdapat pada setiap interface yang terhubung pada topologi yang telah dibuat, terlihat beberapa informasi yang ditampilkan seperti alamat host (ip address) dari masing-masing interface, alamat dari switch remote controller, dan process id (PID) pada setiap interface.
Untuk menyelesaikan virtualisasi dengan perintah quit.
Referensi :
[1] I Putu Agus Eka Pratama. 2022. “PDF Materi Pertemuan 12 Network Operating System : NOS dan SDN 2022”. Jimbaran. Universitas Udayana.
Komentar
Posting Komentar