Game mobile online Underrated. Masih adakah yang tertarik untuk menjajalnya?
Hai kembali lagi di konten MALMING setelah saya sempat melakukan penundaan dalam melakukan uploading konten dikarenakan sedang tidak fit, hehe. Pada bahasan kali ini saya ingin membahas beberapa game mobile online yang underrated, hingga bahkan dicap sebagai Dead Game karena saking sepinya. Padahal, beberapa game ini memiliki skena kompetitif yang luar biasa hype dan memiliki kualitas gameplay maupun grafis yang sangat ciamik.
Acapkali orang maupun teman saya bertanya, kenapa game dengan mekanisme yang kompleks itu selalu sepi peminat, jawabannya mudah saja karena di Indonesia rata-rata para player game hanyalah sebagai pelepas penat dan hiburan saja sehingga tidak menginginkan game dengan konten yang cukup berat apalagi kompetitif, kecuali seorang atlet e-sport dari game tersebut.
Yah, bagaimana lagi untuk membangkitkan game yang dianggap Dead Game kita hanya dapat berharap pada yang maha kuasa dan developer dari game tersebut untuk melakukan update patch maupun update besar-besaran untuk mengubah gameplay, menambah variasi kontrol atau bahkan mengubah META yang tersedia saat ini dengan melakukan balancing maupun nerf dan buff serta melakukan promosi marketing yang lebih masif. Mengapa META harus selalu dilakukan penyeimbangan? ya itu karena dapat menyebabkan game tersebut menjadi Dead Game apabila tidak adanya balancing karena player pun pasti menjadi malas bermain apabila terdapat karakter atau item yang overpower atau terlalu kuat.
Baiklah, selanjutnya list game underrated tersebut akan saya berikan dibawah, silahkan apabila teman-teman berminat untuk menjajal game ini karena saya sangat merekomendasikan game yang saya list ini karena kualitasnya memang bukan kaleng-kaleng.
- VAINGLORY
- Yappp, bagi yang mengikuti perkembangan game bergenre MOBA pada platform Mobile pasti sudah tidak asing lagi dengan sang pionir ini. Vainglory, adalah game besutan SEMC atau Super Evil Megacorp. Ya, game ini luar biasa hype pada awal peluncurannya di tahun 2014 lalu, bahkan tim Indonesia berhasil yakni Elite8 Esports, sukses menorehkan prestasi pada tahun 2017 Vainglory Sea Spring Championship dengan menaklukan Impunity pada partai final.
- MOBA ini kalah bersaing dengan Mobile Legends yang dirilis pada tahun 2016, setelah tahun 2017 sama sekali tidak ada ekspos mengenai kabar dan skena kompetitif Vainglory. Sebenarnya, secara grafis Vainglory sangat ciamik dan luar biasa bahkan arena Halcyon Fold setiap season selalu di kustomisasi sesuai dengan musim di USA, tetapi gameplay Vainglory dianggap aneh karena hanya menawarkan pertarungan 3v3 dan hanya berfokus pada satu lane. Kekurangan itulah yang dimanfaatkan oleh Moonton selaku developer dari Mobile Legends untuk memberi pressure pada market Vainglory dengan merilis MOBA 5V5 dengan gameplay yang jauh lebih mudah. Sehingga, lama kelamaan player Vainglory pun bereksodus ke Mobile Legend hingga saat ini. Baru-baru ini, publisher server China, NetEase mengumumkan penutupan server region China dan Super Evil Megacorp menyerahkan Vainglory pada komunitas yang tersisa.
- ARENA OF VALOR (AOV)
- AOV, adalah adaptasi Global dari Kings Of Glory dimana MOBA ini dirilis oleh Tencent dan di publikasi oleh Garena Indonesia untuk server Indonesia. AOV ini termasuk game underrated pada genre MOBA Mobile, kenapa demikian? yaps, peminat game ini kian hari kian menipis hal ini juga dikarenakan animo masyarakat yang jauh familiar dengan Mobile Legends
- Skena kompetitif di AOV ini juga beragam dan bahkan jauh lebih luas cakupannya karena AOV ini sangat populer di server lain tapi tidak di Indonesia. Grafis yang ditawarkan juga cukup memukau, selain itu event yang diberikan cukup beragam mulai kolaborasi dengan DC Comics, Sword Art Online dan bahkan baru-baru ini dengan Ultraman dari Netflix untuk skin Florentino dan Ryoma. Yahh, saya rasa game ini hanya perlu promosi yang lebih masif agar dapat menjadi populer suatu saat nanti. Semoga saja.
- CRISIS ACTION
- Yosh, sekarang kita beranjak ke game FPS yang sangat-sangat populer di sekitar tahun 2016-2017. Game ini meupakan game First-Person Shooter yang sangat luwes dan memiliki grafis yang ciamik. Namun, game ini sudah ditinggal banyak playernya dikarenakan merajalelanya cheater dan game ini benar-benar tidak ramah pada freeplayer yang hanya mengandalkan senjata default seperti SVD-Dragunov, Chey-Tac M200, P90, dan lain-lain. Mengapa demikian? ini dikarenakan developer yang selalu merilis senjata versi Imajinatif dari default weapon tersebut. Sehingga, banyak player yang mulai muak dan meninggalkan game ini secara perlahan, termasuk saya sendiri.
- Sejujurnya saya merupakan penikmat game ini dan bahkan hampir setiap tournament saya ikuti. Skena kompetitifnya juga luar biasa hype karena menggandeng banyak sekali influencer maupun vendor smartphone seperti Xiaomi. Game ini juga memiliki kelebihan di bidang sosialnya dimana berkat game ini saya mengenal banyak sekali kawan-kawan dari berbagai macam daerah dan bahkan dari mancanegara seperti Thailand, Malaysia, Singapore, dan lain-lain. Mungkin juga teman-teman disini ada yang pernah bergabung dengan team saya di server Avenger, TeamElite1. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih pada member, teman-teman pembaca yang sempat atau menjadi member di tim, serta leader saya, Agung Kevin Manurung yang sudah memercayakan saya memegang kendali penuh atas tim dengan menjadikan saya suksesornya dan memobilisasi tim untuk skena kompetitif. Dimanapun teman-teman berada, semoga sukses selalu.
Yaps itulah game-game underrated yang menurut saya pribadi harus teman-teman mainkan sebagai pengisi waktu luang, yang paling saya rekomendasikan untuk dijajal adalah AOV. Mengapa? karena game ini sangat kompetitif antar player, tetapi hati-hati ya, apabila kalian melakukan kesalahan dan feeding yang akan dihina bukan diri kalian saja, orang tua dan bahkan kakek nenek kalian pun bisa kena semprot karena banyaknya toxic player. Jadi, tetap hati-hati. Hehe.



Komentar
Posting Komentar